Selasa, 03 Januari 2012

Movie of the Week

Assalammu'alaykum
Semoga selalu dalam lindungan Allah:)

backgroup film
 

Hari ini kakak kosanku ada yang habis menunaikan tugas seminar untuk skripsinya. Tentu aja, lelah atau jenuh...Jadi kita memutuskan untuk nonton ke bioskop di mall sebelah kosan. Untungnya ada film Hafalan Shalat Delisa yang lagi nge-hits banget. Ya, ini film Indonesia, buatan para cinemas Indonesia, untuk itu: patut ditonton. Tapi sejujurnya nonton film ini ga kepaksa karena ini made by Indonesia kok:) Film ini diangkat dari sebuah novel karangan novelis terkenal Tere Liye, dengan judul yang sama pula. Seperti novel Ayat-Ayat Cinta, film ini berlatar kisah islami, tepatnya tentang perjuangan seorang anak sholihah di tengah cobaan tsunami. Rohani juga perlu di-charge kan? Jadi recommended banget deh buat nonton film ini, very inspiring:D

Ada seorang anak kecil bernama Delisa. Delisa ini tinggal di sebuah rumah tepat di pinggir pantai di Lok Ngah (Aceh) bersama ibunya-diperankan Nirina Zubir, Kak Fatimah, dan si kembar Aisyah dan Zahra. Ayah Delisa ini adalah seorang pelaut yang jarang pulang-diperankan Reza Rahardian. Delisa ini anaknya ceria, cerdas, dan agak sedikit usil. Rasa ingin tahunya besar, semangatnya tinggi, dan sangat tegar.

Delisa menghafal
Keluarga Delisa ini sangat taat beribadah. Setiap hari selalu shalat berjama'ah. Bahkan ketika Delisa lupa waktu saking keasyikan main bola, ibunya menunggunya untuk ikutan shalat bersama. Cerita dimulai dengan tugas praktik hafalan shalat yang diberikan oleh ustadz Rahman-diperankan Fathir Muchtar. Ibu Delisa menjanjikan Delisa hadiah berupa kalung kalau dia hafal bacaan shalat. Dari semua keluarganya, Delisa ini terbilang anak yang paling usil, suka sekali meminta hadiah pada orang-orang terdekatnya. Suatu ketika, ibunya mengajak Delisa ke toko emas Ko-diperankan Joe Project Pop. Disana Delisa memilih hadiah berupa sebuah kalung dengan hiasan huruf D yang melambangkan Delisa, namanya. Namun, dibelikan sebuah kalung bukan berarti otomatis kalung itu sah menjadi milik Delisa. Ia harus hafal dulu bacaan shalat ketika nanti ujian praktik.

Suatu ketika, ia mengaji bersama ustadz Rahman. Sang ustadz bercerita tentang kekhusyukan shalat. "...bahkan dahulu, ada seorang sahabat yang saking khusyu' shalatnya, beliau tidak sadar sedang digigit kalajengking." Delisa yang cerdas bertanya-tanya kenapa bisa begitu. "Karena fokus, Delisa. Fokus pada suatu hal". Tampaknya perkataan ustadz Rahman itu benar-benar Delisa ingat. hari demi hari berlalu. Ketika hari dimana Delisa dan teman-temannya harus melakukan ujian praktik hafalan shalat pun tiba. Hari itu tepat pada tanggal 26 Desember 2004. Sebelum berangkat ke sekolahnya, sempat terasa gempa besar di Aceh. Delisa dan keluarganya sempat ketakutan dan panik. Namun setelah gempa berhenti, Delisa dan ibunya tetap pergi ke sekolah sedangkan kakak-kakaknya tetap berada di rumah yang berada di dekat pantai itu.

Nasib orang tiada yang tahu. Hanya pada Allah lah kita memohon pertolongan.
Di hadapan ustadz Rahman, Delisa harus mempraktikan gerakan dan hafalan shalat. Ibunya melihat dari jendela dan terus memberi semangat untuk anaknya. Kalung calon hadiah itu pun terus diperlihatkan pada Delisa agar ia bersemangat dan dapat lulus ujian. Maka Delisa pun memulai membacakan hafalannya dengan berbalut mukenanya. Anak kecil itu mencoba khusyu' seperti apa yang dikatakan ustadznya, berusaha fokus seperti sahabat Rasulullah, hanya satu, Allah. Di tengah ujian itupun gempa datang lagi namun yang ini disertai dengan tsunami. Semua murid dan ibu berlarian keluar. Tetapi Delisa tetap membaca hafalannya, dalam kekhusyukannya. Ibunya panik, memanggil-manggil Delisa, mencoba menariknya, namun....*saksikan kelanjutannya di bioskop ya*
the cool man :)

Em..ga kerasa udah berapa kali nangis di bioskop. Anak kecil itu selalu menginspirasi. Delisa mengajarkan banyak hal. Tentang arti keikhlasan, ketegaran, keceriaan, ketaatan beribadah, ketulusan, suatu kepercayaan, cinta...banyak...

Sedih banget ceritanya. Tapi sangat motivatif. Pemainnya pun berbobot. Lihat saja deretan artis papan atas yang aktingnya bener-bener oke sekelas Nirina Zubir dan Reza Rahardian. Bener-bener deh, Reza Rahardian. He's cool and definetly cool. Aktingnya sungguh mengesankan. Ekspresinya betul-betul ekspresif. He looks like so smart.

Tidak ada komentar: