Tampilkan postingan dengan label my stuff. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my stuff. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Oktober 2010

About Me

Anda orang Sunda? Anda tertawa tidak bila mendengar, "Nama saya Lini". Haha, awalnya begitu memang. Orang sunda mengenal kata Lini dengan gempa. Tapi bukan itu sebenarnya makna dari nama saya.
Tahun 1991 silam tepatnya tanggal 15 Oktober saya dilahirkan. Ibu dan ayah saya adalah guru matematika. Nama lini diambil dari kata linear yang artinya garis lurus. Kepanjangan nama saya adalah Lini Anisfatus Sholihah, yaitu garis-garis wanita yang sholihah.
Umur saya sekarang adalah delapan belas tahun dan akan menjadi sembilas belas tahun pada 15 Oktober besok. Huuu, jadi inilah masa-masa teenager saya.
Sejak kecil saya mobile dari Surabaya ke Gresik - kota kecil di pesisir pulau Jawa bagian utara. Ibu saya tidak begitu kerasan tinggal di sana, padahal itulah rumah kami yang sesungguhnya. TK, SD, dan SMP pun saya di Gresik, tapi yang agak di pedalaman, di desanya. Barulah SMA, saya berada di pusat kota Gresiknya, yaitu SMA Negeri 1 Gresik. Sekarang bahkan saya kuliah di dekat ibukota Jakarta - di Depok.
Sejak kecil saya suka bermimpi dan bekerja keras. Walau begitu saya bukan tipikal anak yang ambisius. Saya benci dengan tekanan. Bila ditekan saya akan meledak tetapi bila didorong saya akan mengalir seperti air dan itu lebih menyenangkan. Saya adalah anak pertama dari empat bersaudara. Adik saya ada tiga dan keywordnya ada di adik yang paling akhir, cewek. Saya merengek-rengek dulu pada ibu untuk diberikan adik perempuan dan akhirnya dapat sebelum ibu saya memutuskan untuk operasi steril.
Sekarang saya duduk di semester 3 ilmu gizi FKM Universitas Indonesia Depok. Aktivitas yang sedang saya jalani adalah belajar dan berorganisasi di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Ikatan Mahasiswa FKM UI periode 2009-2010. Saya juga aktif dalam beberapa kepanitiaan.
kalau mau tahu tentang gizi, boleh kok tanya-tanya ke saya, hehe...

Minggu, 03 Oktober 2010

Proposal hidupku

Ini hanya sebuah proposal. Sifatnya sungguh manusiawi dan saya benar-benar menginginkannya terjadi dalam hidup saya. Tapi perlu diingat bahwa Tuhan saya Maha Tahu. Karenanya saya tidak butuh itu pasti terjadi. Tuhan saya tahu apa yang saya butuhkan karena saya terlalu manusiawi dan kadang berjalan agak melenceng. Dan apapun itu yang terjadi, saya bersyukur karena Tuhan sayalah yang memilihkannya uuntuk saya, dan itu semua akan terasa indah nantinya.
My Own Map


Senin, 26 Juli 2010

Lini bareng temen2

Hasss!!

Dalam tidur, tadi malam saya bermimpi sesuatu yang tidak ingin saya rasakan. Ketinggalan kereta dan kecopetan. Na'udzubillah... Lalu kejadian ini pun terjadi.

Ayah dan ibu pasti sudah berangkat kerja ke kantor. Rumah hening. Ketiga adik kandung saya ditambah satu adik kecil angkat dari saudara ibu rupanya juga sudah berangkat ke sekolah. Sudah pukul delapan pagi dan keesokan harinya saya harus balik ke Depok. Agak stres hari ini sebenarnya.

Tidak ada pekerjaan apapun. Bosan. Lalu saya menonton tv. Nenek memasak di dapur. Rumah masih kotor. Oke, saya ambil sapu dan pel. (Aduh cepetan deh). Rumah luas itu pun akhirnya kinclong.

Sudah pukul sebelas. Saya belum mandi sih, lalu adik (angkat baru) saya datang dari sekolahnya. Gundul dan kecil seperti tuyul. Kegemarannya meneriaki, menjahili, memaki orang, dan keluyuran. Untungnya dia selalu menjaga kebersihan rumah.

Dia pun makan. Saya yang menemaninya menonton tv. Ampun deh, minumnya apa coba. KOPI!
"Mbak, aku lemparin gelas kopi ini ke arah mbak ya?", katanya.
"Eh, awas aja kalo berani!", tantang gue. "Mbak pukulin kamu ya!", ancam saya.
Gelasnya diterbangin ke kanan dan kiri ke depan saya. Untung tidak tumpah.
Kopinya pun diminum. Airnya sekarang tinggal sedikit dan terlihat ampasnya mengendap di bawah.
"Mbak, aku pukulin ya gelasnya ke mbak". Si tuyul emang suka ngulangin omongan deh.
Belum sempat aku berkutik apa-apa, praaat byuur! Ampasnya ngenain baju dan karpet ruang tamu! Hsss! Langsunglah saya marah. "Dasar! Anak nakal! Ih awas ya! Kamu itu bandel banget tahu ga sih!", hardik saya.
Si tuyul mringis.
Saya berlari ke arah dapur untuk mengadukan hal ini pada nenek. Nenek juga dari arah dapur mengomeli si tuyul itu. Sukurin!
Saya akhirnya masuk ke kamar mandi, mandi sekalian sambil membersihkan noda di baju saya. Sekilas, wajah si tuyul tampak melirik ke arah kamar mandi
Sehabis itu. Gegerlah seluruh rumah. Awalnya saya cuek ketika nenek mulai bertanya-tanya, dimana adik saya itu. "Ah, habis ini juga pulang, Nek! Dia kan seneng banget keluyuran". Detik berganti menit dan jam berganti jam. Si tuyul - sampai ibu dan ayah pulang - belum balik-balik. Hsss! Jangan-jangan ini anak marah, ngambek, dan minggat dari rumah. Serius. Beneran ini anak dicariin seisi desa ga ketemu. Putus asa.

Takut ditambah menyesal saya habis menghardik tuyul kecil itu. Aduh, saya juga ikut mencari kemana-mana tapi belum ketemu. Sandal pun masih ada di rumah. Lima jam mencari Ashar pun tiba. Ibu memakai mukenanya dengan wajah khawatir (tapi makasih ibu, tidak menyalahkan saya sama sekali) tiba-tiba membuka gorden jendela ruang tamu.
"Baa!!!", si tuyul mengagetkan ibu saya sambil cengingisan. Ternyata, dari tadi dia sembunyi di balik gorden. Kebayang ga sih, seisi rumah heboh mencari dia semua lho.
Oke, sekali lagi pembuktian, adik-adikku nakal. Atau memang saya bukan kakak yang baik. Sekali lagi...
Ampun, saya bukan kakak yang baik. Ma'afkan saya, si tuyul kecilku...(kalau kamu sudah bisa baca, kamu akan mengerti, mbak Lini marah karena sangat dan terlalu sayang kepadamu)

Jumat, 09 Juli 2010

Are these us??? We look so weird...

milla jadi bu hajjah
Gue jd scientist
Nida jadi fortune teller
Nurul Dina jadi astronot

Guess,, which one is me!
These are for my presentation...
Are we crazy??? Right??? Ahaha.

Look at these picture... They're so funny,,, I like it so much.
Bravo!!!

Bali! Bali!, Yes This is Bali!

Don't matter how little we're
We can touch something's bigger


*See! I could touch his head*


 




These monkey were ashamed with our comings.
Even they hide behind the brush and pick the food using the wood.
Ahaha, can you see, are they two like us? 
I don't know... And, I don't want too.













This is my father. He looks so arrogant, huh?? Peace dad. You look so cool. I love you, dad!!