Terceletuk beberapa pertanyaan mengenai hakikatnya mengapa kita harus mengimani malaikat Allah yang sejatinya ghaib, tidak dapat dilihat oleh mata manusia biasa. Dengan memahami bahwasanya Allah telah menciptakan malaikat-Nya dengan berbagai tugas yang diwajibkan atas mereka dan sifat-sifatnya, kita akan senantiasa terarah,bahwasanya hidup kita akan didampingi malaikat, setiap tingkah laku kitapun akan selalu dicatat malaikat.
Salah satu malaikat yang paling dekat dengan kita adalah Rakib dan Atid dimana memiliki peran untuk mencatat amal kita, baik yang buruk maupun baik. Malaikat akan bergantian dalam membawa buku catatan kita setiap hari Jumat, itulah salah satu alasan mengapa hari Jumat merupakan hari yang khusus bagi umat muslim. Sungguh pun malaikat bersifat ghaib, dicipatakan dari nuur atau cahaya tetapi malaikat
Malaikat tidak dapat kita lihat memang. Tetapi harus kita yakini keberadaannya. Bagaimana mungkin hamba sekotor kita mampu melihat malaikat? Nabi SAW saja hampir-hampir tidak kuat ketika malaikat hendak menghampirinya. Jibril...ketika baginda Nabi menerima wahyu, melalui suara lonceng, beliau berkeringat dan sangat gemetaran...
Tidak jarang pula malaikat menampakkan wujudnya sebagai manusia biasa yang sempurna seperti yang pernah terjadi pada nabi Luth. Bahkan ketika malaikat bertamu pada nabi Luth, kaumnya yang terkenal dengan sebutan kaum Sodom....*lebih lengkapnya ada di Al-qur'an
Meskipun kita tidak dapat melihat malaikat secara langsung, tetapi kita dapat menghadirkan malaikat untuk senantiasa mendoakan kita, menghampiri kita... Malaikat sangat suka dengan orang yang (1) berdzikir dan (2) menjenguk orang sakit.
Dzikir yang dianjurkan adalah dzikir yang disunnahkan oleh rasulullah. Bukankah ada malaikat yang tugas penciptaannya adalah hanya untuk berdzikir pada Allah? Surat al-matsurat (dzikir rasul di kala pagi dan petang) juga disukai oleh malaikat...Betapa bahagianya orang-orang yang dapat dihampiri oleh malaikat dan diamini doanya itu....
:)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar