Selasa, 27 September 2011

Doa Shalat Dhuha


اَللّهُمَّ اِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَائُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَاءِ فَاَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَاَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسِّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ اَتِنِى مَااَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
“Ya Allah, bahwasannya waktu dhuha adalah waktu dhuhaMudan keagungan adalah keagunganMU,dan keindahan adalah keindahanMU,dan kekuatan adalah kekuatanMU,dan kekuasaan adalah kekuasaanMU,dan perlindungan adalah perlindunganMU,Ya Allah, jika rizkiku ada di atas langit, maka turunkanlah,jika ada di dalam bumi, maka keluarkanlah,jika masih sukar, maka mudahkanlah,jika (ternyata) haram, maka sucikanlah,jika jauh, maka dekatkanlah,dengan berkat waktu dhuhaMU, keagunganMU, keindahanMU, kekuatanMU dan kekuasaanMU,limpahkanlah kepadaku segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambaMU yang sholeh.”
Kalimat-kalimat itu begitu indahnya... 

Untuk 28 September

Mungkin Allah mengajarkan beberapa hal kepadaku dengan sifat-Nya yang sangat welas asih...Allah berkehendak, agar aku, menjadi seorang wanita yang lebih tangguh dan peka. Hal-hal yang telah aku lalui selama ini membuatku mengerti, Allah lah yang merencanakannya. Tampak rapi bila aku tafsirkan arti dari semua ini...

Aku pun bingung kenapa aku begitu tak punya ambisi...dan kadang aku sangat berbeda dengan yang lain... Aku tak tahu harus bagaimana karena aku benci ambisi. Ambisi bisa membuatmu melupakan banyak hal...ambisi bisa membuatmu gila dan tidak mau menerima hal yang harusnya kau terima dengan berlapang dada...ambisi bisa merubahmu hingga titik yang tak kau nyana... Lalu bagaimana aku?

Aku mengambil pekerjaan ini bukan karena ambisi akan kedudukan...bukan... Aku mencintainya sehingga kuputuskan untuk kembali lagi pada pekerjaan ini... amanah... tanggung jawab... Lalu apakah pekerjaan ini harus merubahku? Ia menempatkan aku pada sebuah posisi yang aku tidak inginkan...

Dalam perjalanan ini, hikmah-hikmah itu kupentik dan kurangkai.... Aku tak peduli bagaimana orang menilaiku bukan karena aku sombong dan tak ingin dikritik...bukan.... Tolong biarkan aku, menjadi, seperti apa yang hatiku katakan karena aku begitu percaya, hati ini datangnya dari yang Mengilhami... Kadang tak rasional... Kadang kalian menilaiku ku begitu keras kepala... Tetapi itu zonaku....

Allah...mungkin aku lemah...mungkin aku bodoh....mungkin aku tak mengerti....mungkin aku begitu jahat...
Tapi Engkau adalah Tuhanku, yang Maha Kuat....Maha Mengetahui.....dan Maha Penyayang....
Maka Yaa Allah...jika ini jalan terbaik yang harus kulalui, tolong dampingi aku menjalankan segala amanah yang diberikan kepadaku di dunia ini...karena sungguh Yaa Allah, hisabmu begitu adil....maka masukkanlah aku ke dalam golongan orang yang amanah...maka masukkanlah aku ke dalam golongan orang yang kau beri nikmat di akhirat kelak....amin yaa rabbal 'alamiin...

Dampak Gempa Bumi terhadap Kehamilan


Hasil penelitian Universitas California, Amerika Serikat yang dipresentasikan pada pertemuan American Psychological Society di Miami, menyimpulkan bahwa stres akibat gempa bumi menyebabkan kelahiran prematur pada kehamilan muda. Penelitian dilakukan pada wanita hamil korban gempa dengan skala 6,7 SR yang terjadi di Northridge, California, pada Januari 1994. Tercatat lebih dari 50 orang meninggal, ribuan penduduk mengalami luka-luka, dan bencana itu menyebabkan kerugian materi hingga US$ 40 miliar. Sebanyak 40 wanita hamil diteliti. Setelah mengalami dampak gempa, usia kelahiran bayinya kemudian didata. Ternyata bayi-bayi mereka lahir lebih cepat dari kelahiran normal pada usia kandungan 40 minggu. Penelitian ini menunjukkan bahwa gempa bumi mempercepat jam biologis plasenta atau ari-ari. Percepatan itu tak lain akibat ibu hamil mengalami stres ketika terjadi gempa. "Efeknya mempengaruhi masa kehamilan," kata Laura Glynn, salah satu penggagas penelitian. Semakin muda usia kehamilan saat terjadi gempa, makin bergegas pula bayi itu lahir. Wanita dalam tiga bulan pertama kehamilan tercatat menunjukkan gejala perubahan ekstrem. Sedangkan pada wanita dengan kehamilan di bulan-bulan terakhir, perubahannya agak moderat. Penelitian itu juga menghasilkan beberapa hal penting tentang fungsi plasenta. Menurut Glynn, plasenta bukan hanya menjadi filter yang bersifat pasif antara ibu dan jabang bayi. Ternyata, plasenta juga berfungsi sebagai organ endokrin  yang bereaksi dan mempengaruhi produksi hormon serta peptida (rantai protein yang berpengaruh pada pertumbuhan) selama kehamilan. Hormon dan protein yang dihasilkan akan dibawa melalui sirkulasi aliran darah antara sang ibu dan orok. Akibatnya akan berpengaruh dalam mekanisme psikologis yang ikut menentukan jangka waktu kehamilan. Tentu saja hasil penelitian itu bisa pula berlaku bagi faktor-faktor selain gempa yang bisa menyebabkan ibu hamil mengalami stres, entah stres akibat problem keluarga ataupun pekerjaan. Sementara itu, hasil penelitian terdahulu yang menyatakan kelahiran prematur bisa pula mengakibatkan cacat pada bayi tentu juga tetap berlaku. Pada penelitian terdahulu disebutkan pula bahwa stres bisa menimbulkan kerusakan pada pandangan, pendengaran, dan menyebabkan melemahnya intelektualitas. Selain itu, komplikasi pada pernapasan, sistem pencernaan makanan, dan sistem ginjal juga punya risiko yang tak kalah tinggi. Stres juga meningkatkan kemungkinan keguguran.

Daftar Pustaka:
Agung Rulianto, Bayi Prematur Akibat Gempa. dalam Harian Bengkulu. 12 Juli 2000.

Malaikat Allah

Iman kepada malaikat Allah merupakan rukun iman yang keempat dalam ajaran agama Islam, agama yang menuturkan berbagai kedamaian dalam hidup setiap makhluk yang memahaminya.

Terceletuk beberapa pertanyaan mengenai hakikatnya mengapa kita harus mengimani malaikat Allah yang sejatinya ghaib, tidak dapat dilihat oleh mata manusia biasa. Dengan memahami bahwasanya Allah telah menciptakan malaikat-Nya dengan berbagai tugas yang diwajibkan atas mereka dan sifat-sifatnya, kita akan senantiasa terarah,bahwasanya hidup kita akan didampingi malaikat, setiap tingkah laku kitapun akan selalu dicatat malaikat.
Salah satu malaikat yang paling dekat dengan kita adalah Rakib dan Atid dimana memiliki peran untuk mencatat amal kita, baik yang buruk maupun baik. Malaikat akan bergantian dalam membawa buku catatan kita setiap hari Jumat, itulah salah satu alasan mengapa hari Jumat merupakan hari yang khusus bagi umat muslim. Sungguh pun malaikat bersifat ghaib, dicipatakan dari nuur atau cahaya tetapi malaikat 

Malaikat tidak dapat kita lihat memang. Tetapi harus kita yakini keberadaannya. Bagaimana mungkin hamba sekotor kita mampu melihat malaikat? Nabi SAW saja hampir-hampir tidak kuat ketika malaikat hendak menghampirinya. Jibril...ketika baginda Nabi menerima wahyu, melalui suara lonceng, beliau berkeringat dan sangat gemetaran...

Tidak jarang pula malaikat menampakkan wujudnya sebagai manusia biasa yang sempurna seperti yang pernah terjadi pada nabi Luth. Bahkan ketika malaikat bertamu pada nabi Luth, kaumnya yang terkenal dengan sebutan kaum Sodom....*lebih lengkapnya ada di Al-qur'an

Meskipun kita tidak dapat melihat malaikat secara langsung, tetapi kita dapat menghadirkan malaikat untuk senantiasa mendoakan kita, menghampiri kita... Malaikat sangat suka dengan orang yang (1) berdzikir dan (2) menjenguk orang sakit.

Dzikir yang dianjurkan adalah dzikir yang disunnahkan oleh rasulullah. Bukankah ada malaikat yang tugas penciptaannya adalah hanya untuk berdzikir pada Allah? Surat al-matsurat (dzikir rasul di kala pagi dan petang) juga disukai oleh malaikat...Betapa bahagianya orang-orang yang dapat dihampiri oleh malaikat dan diamini doanya itu....


:)

Minggu, 18 September 2011

ISPA (Insfeksi Saluran Pernafasan Akut)

ISPA atau Insfeksi Saluran Pernafasan Akut mengandung tiga unsur yaitu insfeksi, saluran pernafasan, dan akut. Masing-masing memiliki definisi sebagai berikut:
a. Infeksi, yaitu masuknya kuman ke dalam tubuh manusia, berkembang biak, dan menimbulkan penyakit.
     b.Saluran pernafasan, yaitu organ mulai dari hidung hingga alveoli termasuk adneksanya yang meliputi sinus, rongga telinga, dan pleura.
     c. Akut menunjukkan adalah infeksi yang berlangsung selama 14 hari. Meskipun pada beberapa kejadian, infeksi dapat terjadi lebih dari 14 hari.

Etiologi
Etiologi ISPA terdiri lebih dari 300 jenis bakteri, virus dan riketsia. Bakteri penyebabnya antara lain dari genus Streptokokus, Stafilokokus, Pnemokokus, Hemofilus, Bordetella dan Korinebakterium. Virus penyebabnya antara lain golongan Miksovirus, Adenovirus, Koronavirus, Pikornavirus, Mikoplasma, Herpesvirus. ISPA yang diebabkan oleh virus kebanyakan terjadi pada musim dingin.

Patofisiologi
Perjalanan klinis penyakit ISPA dimulai dengan berinteraksinya virus dengan tubuh. Masuknya virus sebagai antigen ke saluran pernafasan menyebabkan silia yang terdapat pada permukaan saluran nafas bergerak ke atas mendorong virus ke arah faring atau dengan suatu tangkapan refleks spasmus oleh laring. Jika refleks tersebut gagal maka virus merusak lapisan epitel dan lapisan mukosa saluran pernafasan (Kending dan Chernick, 1983).
Iritasi virus pada kedua lapisan tersebut menyebabkan timbulnya batuk kering (Jeliffe, 1974). Kerusakan stuktur lapisan dinding saluran pernafasan menyebabkan kenaikan aktifitas kelenjar mukus yang banyak terdapat pada dinding saluran nafas, sehingga terjadi pengeluaran cairan mukosa yang melebihi noramal. Rangsangan cairan yang berlebihan tersebut menimbulkan gejala batuk (Kending and Chernick, 1983). Sehingga pada tahap awal gejala ISPA yang paling menonjol adalah batuk.
Adanya infeksi virus merupakan predisposisi terjadinya infeksi sekunder bakteri. Akibat infeksi virus tersebut terjadi kerusakan mekanisme mukosiliaris yang merupakan mekanisme perlindungan pada saluran pernafasan terhadap infeksi bakteri sehingga memudahkan bakteri-bakteri patogen yang terdapat pada saluran pernafasan atas seperti streptococcus pneumonia, haemophylus influenza dan staphylococcus menyerang mukosa yang rusak tersebut (Kending dan Chernick, 1983). Infeksi sekunder bakteri ini menyebabkan sekresi mukus bertambah banyak dan dapat menyumbat saluran nafas sehingga timbul sesak nafas dan juga menyebabkan batuk yang produktif. Invasi bakteri ini dipermudah dengan adanya fakor-faktor seperti kedinginan dan malnutrisi. Suatu laporan penelitian menyebutkan bahwa dengan adanya suatu serangan infeksi virus pada saluran nafas dapat menimbulkan gangguan gizi akut pada bayi dan anak (Tyrell, 1980).
Virus yang menyerang saluran nafas atas dapat menyebar ke tempat-tempat yang lain dalam tubuh, sehingga dapat menyebabkan kejang, demam, dan juga bisa menyebar ke saluran nafas bawah (Tyrell, 1980). Dampak infeksi sekunder bakteripun bisa menyerang saluran nafas bawah, sehingga bakteri-bakteri yang biasanya hanya ditemukan dalam saluran pernafasan atas, sesudah terjadinya infeksi virus, dapat menginfeksi paru-paru sehingga menyebabkan pneumonia bakteri (Shann, 1985).
Penanganan penyakit saluran pernafasan pada anak harus diperhatikan aspek imunologis saluran nafas terutama dalam hal bahwa sistem imun di saluran nafas yang sebagian besar terdiri dari mukosa, tidak sama dengan sistem imun sistemik pada umumnya. Sistem imun saluran nafas yang terdiri dari folikel dan jaringan limfoid yang tersebar, merupakan ciri khas system imun mukosa. Ciri khas berikutnya adalah bahwa IgA memegang peranan pada saluran nafas atas sedangkan IgG pada saluran nafas bawah. Diketahui pula bahwa sekretori IgA (sIgA) sangat berperan dalam mempertahankan integritas mukosa saluran nafas (Siregar, 1994).

Perjalanan alamiah penyakit ISPA dibagi 4 tahap yaitu :
1.   Tahap prepatogenesis : penyebab telah ada tetapi belum menunjukkan reaksi apa-apa
2.   Tahap inkubasi : virus merusak lapisan epitel dan lapisan mukosa. Tubuh menjadi lemah apalagi bila keadaan gizi dan daya tahan sebelumnya rendah.
3.   Tahap dini penyakit : dimulai dari munculnya gejala penyakit,timbul gejala demam dan batuk. Tahap lanjut penyaklit,dibagi menjadi empat yaitu dapat sembuh sempurna,sembuh dengan atelektasis, menjadi kronos dan meninggal akibat pneumonia.


Dapus
Hidayat. 2009. “Askep Ispa Pada Anak” dalam http://hidayat2.wordpress.com/2009/04/24/askep-ispa-pada-anak/ (25 April 2011)
Nurijal. Tanpa tahun. “ISPA” dalam http://nurrijal-ispabio.blogspot.com/ (25 April 2011)
Suriadi,Yuliani R. 2001. Asuhan Keperawatan pada Anak. Jakarta : CV Sagung Seto.

Sabtu, 17 September 2011

Semester 5

Dessert Puding, semester 4 in memoriam
Alhamdulillah....masih ada umur, masih ada kesempatan untuk mengikuti semseter 5 ini. Ibu dan ayah masih diberikan rezeki yang cukup untuk membiayai uang kuliah plus biaya hidupku di Depok, tiada kata lain lagi selain syukur pada Allah yang Maha Kaya....
Ada banyak hal yang kudengar dari semester ganjil di tahunku yang kedua menimba ilmu ini, tugas mandiri lebih banyak, harus turun lapangan, dan yang paling menggembirakan adalah:semakin dekat dengan skripsi dan wisuda!

Apapun itu, aku telah melalui semester yang paling angker di prodi gizi ini, yaitu semester 4. Jadi, ga masalah semseter ini mau kayak gimana, yang penting aku akan bawa ayah ibu ke Balairung dengan IPK cumlaude...
Yaa Rahman Yaa Rahim...engkau mengetahui pintaku, baik yang terucap atau tidak, izinkan aku membaktikan diriku untuk kedua orang tua yang begitu sayang padaku Yaa Rabb,sifat welas asihmu sungguh besar, hidayah dan rahmatmu aku pinta, maka kabulkanlah doa2 hambaMu,amin:)