Jumat, 04 Maret 2011

kisahku sekarang ini

Lama tak bersua dengan blog yang saya buat. Ada beberapa hal yang membuat saya malas ngeblog akhir-akhir ini, pertama:tugas kuliah yang ampun bgt, kedua: tugas hidup lain, dan ketiga:kesalahan penulisan pada blog saya.

Anyway, tetep kan sekarang saya nulis lagi... Nah, ada beberapa hal penting yang berubah dalam hidup saya. Saya baru saja merubah orang dan saya juga baru saja dirubah hidupnya oleh seseorang.

Saya merasa ada beberapa hal yang membuat diri saya tidak nyaman. Teman. Ya, apalah itu, saya berusaha untuk selalu berteman dengan siapa saja. Tapi, ada suatu keadaan dimana khusunya wanita tidak nyaman berada dalam suatu komunitas yang baginya 'mengancam' atau 'tidak mengenakkan' sehingga apa yang ia lakukan selalu terasa ganjil dan salah.

Saya wanita yang cukup sensitif, saya akui. Nah, tapi kesensitivitasan itulah yang saya gunakan sebagai alat untuk memahami orang lain, tentang bagaimana saya harus memperlakukan orang lain dalam pergaulan, tentang bagaimana sifat welas asih yang harusnya tertanam pada diri masing-masing individu.

Akhir-akhir ini saya sangat getol dengan seseorang karena beberapa hal: tertawa.
Mungkin semua orang boleh tertawa, iya kan?
Atau Anda bercermin pada dalil warkop, "Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang?"
Salah besar bagi saya. Pertama, dalil warkop itu sesungguhnya bukan bsekedar dalil yang berarti Anda harus tertawa sebanyak-banyaknya. Tertawa pun dapat mematikan kepekaan kita terhadap hati, hati pun akan menjadi sangat keras. Dalil itu ditujukan untuk mengkritisi rezim orde baru sesungguhnya yang sangat otoriter, dimana semua hal dilarang dan dikecam.

Yang menjadi tinjauan saya adalah, apakah menertwakan seseorang yang sedang terjatuh atau sedang tidak melakukan apa-apa dengan sudut bibir kian meruncing itu benar adanya?
Apakah itu manusia sesama manusia?
Entahlah, hanya hati nuranimu yang mampu menjawabnya kawan...
Semoga hatimu diluruskkan olehNya

Tidak ada komentar: